Laga semifinal piala ketua PSSI Banyuwangi yang mempertemukan kesebelasan Desi Banteng FC melawan Persegam Gambiran diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh drama.
Pertandingan ini menjadi sorotan mengingat rekam jejak kedua kesebelasan saling memiliki pemain apik dan bisa mencapai babak empat besar.
sekjen perdana ali Nur fatoni atau yang akrab disapa Pak Toni ini, memberikan sudut pandangnya terkait laga krusial tersebut. Menurutnya, sebagai laga semifinal, kedua tim dipastikan akan menurunkan skuad terbaik demi mengamankan tiket ke babak final.
”Besok ini kan laga semifinal, otomatis baik Persegam maupun Desi Banteng FC tentunya menurunkan skuad pemain terbaik. Harapannya kedua tim memenangkan pertandingan,” ujar Toni
Toni menilai perjalanan kedua tim menuju semifinal dipenuhi dengan banyak dinamika. Di kubu Persegam, kedalaman skuad dinilai cukup stabil tanpa banyak melakukan bongkar pasang pemain.
”Di kubu Persegam, pemainnya, skuad kedalamannya, ini tampaknya juga tidak terlalu banyak gonta-ganti pasangan, tidak selalu merombak pemain,” jelasnya.
Sebaliknya, Desi Banteng FC dinilai sering melakukan rotasi dan perombakan pemain di setiap pertandingan. Meski demikian, Toni menekankan bahwa faktor utama yang akan menentukan hasil laga besok adalah konsistensi di lapangan.
”Sementara untuk kubu Desi Banteng FC, itu selalu merombak pemain. Tapi yang terpenting, konsistensi ” tambahnya.
Mengenai jalannya pertandingan, ali Nur fatoni selalu sekjen Perdunu memprediksi laga akan berjalan sangat ketat. Namun, ada catatan khusus bagi Desi Banteng FC yang dinilai memiliki kelemahan di menit-menit akhir pertandingan.
”Dari faktor kebiasaan sebelum-sebelumnya, jika Desi Banteng FC itu kecolongan, maka selesai. Karena setiap kali pertandingan, Desi Banteng FC ini selalu kecolongan di menit-menit akhir babak kedua,” paparnya
Sementara itu, Persegam memiliki reputasi sebagai tim yang mampu membalikkan keadaan meski tertinggal lebih dulu.
Ketika ditanya mengenai prediksi skor akhir, Toni mengaitkannya dengan hari pertandingan yang jatuh pada Kamis Kliwon. Berdasarkan perhitungan tersebut, ia memprediksi pertandingan hanya akan menghasilkan selisih gol yang tipis.
”Ini besok akan terjadi selisih satu gol, tidak ada selisih sampai dua gol. Hanya selisih tipis, entah 1-0 atau 2-1,” ungkapnya.
Bahkan, jika pertandingan harus diselesaikan melalui babak adu penalti, pria asal desa Sumberarum ini meyakini pemenang hanya akan unggul tipis. “Kalau penalti, tetap akan selisih terjadi satu gol selisihnya. Kira-kira begitu,” pungkasnya.
Tim liputan p1news.






















