Gelaran Safari Dhamma digelar bersama Pengurus Cabang Perkumpulan Majelis Buddhayana Indonesia (PCPMBI) Kabupaten Banyuwangi di Vihara Buddhayana Dharma Mulya, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada, Sabtu 2 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi pembuka agenda Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) bagi umat Buddha menyongsong Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah desa dan tokoh lintas agama dalam merawat toleransi serta keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Ketua PCPMBI Kabupaten Banyuwangi, Bodhi Eko Prasojo, menjelaskan bahwa SPD merupakan masa bagi umat untuk memperdalam ajaran spiritual melalui puja bhakti dan pembahasan Dhamma.
Kegiatan ini berlangsung mulai 1 Mei hingga puncaknya pada 31 Mei 2026.
“Sebulan Pendalaman Dhamma menjadi momentum bagi umat untuk memperdalam ajaran dan mempersiapkan diri menyambut Waisak. Ini wujud bhakti kami kepada Guru Agung Buddha,” ujar Bodhi.
Bodhi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Yosomulyo atas inisiasi Safari Dhamma ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari moderasi beragama di tingkat desa.
“Pemdes Yosomulyo benar-benar memperhatikan umat Buddha. Moderasi beragama berjalan dengan baik di sini. Terima kasih Pak Kades Joko, semoga kebersamaan dan kedamaian ini terus berlanjut,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan, menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan umat Buddha di wilayahnya.
Ia berharap kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini berjalan lancar hingga hari puncak.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga selama sebulan penuh, umat semakin meneguhkan Sadha (keyakinan), mempererat kebersamaan, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Joko.
Ia juga berpesan agar penyelenggara terus semangat mendekatkan umat dengan nilai-nilai agama.Apresiasi juga datang dari Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan.
Ia menilai Safari Dhamma yang diinisiasi Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo merupakan terobosan luar biasa yang patut dicontoh.
“Kegiatan ini sangat positif. Akan kami sampaikan laporan ini hingga ke tingkat provinsi dan Bapak Menteri,” kata Ketut.
Dalam kesempatan tersebut, Ketut juga menginformasikan agenda besar Waisak 2026, yakni Indonesia Walk For Peace.
Sebanyak 50 biksu dijadwalkan melakukan perjalanan spiritual dari Bali menuju Candi Borobudur untuk menyebarkan pesan perdamaian dunia.
Perjalanan spiritual ini diharapkan menjadi simbol toleransi yang semakin kuat di tanah air.
“Dan menjadi momen spesial bagi umat Budha Yosomulyo, bahwa para biksu itu akan singgah bermalam di vihara Yosomulyo,” pungkas Ketut.
Tim liputan p1news.






















