Kasus pencurian kembali terjadi, kali ini menimpa kediaman korban bernama Mahatir, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Dalam aksi yang berlangsung sangat singkat tersebut, pelaku berhasil mengondol sejumlah perhiasan emas dan uang tunai bernilai jutaan rupiah.
Peristiwa pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa pagi, sekitar pukul 07:30 hingga 08:00 WIB Senin 15 Juni 2026.
Menurut keterangan Mahatir, rumah dalam keadaan sepi setelah ia berangkat mengajar pada pukul 06:30 WIB, disusul oleh istrinya yang berangkat kerja sebagai staf desa pada pukul 07:00 WIB.
Di rumah tersebut sebenarnya masih ada ibu Mahatir, namun saat kejadian sang ibu sedang berada di teras depan untuk membersihkan halaman.
“Ibu saya sempat membersihkan halaman depan, lalu berpindah ke area samping dan belakang rumah untuk mencuci alat-alat kebersihan. Diduga di saat itulah pelaku memanfaatkan celah dan masuk melalui pintu depan,” ujar Mahatir pada Rabu 17 Juni 2026.
Sekitar pukul 08:45 WIB, ibu korban masuk ke dalam rumah dan mendapati kondisi lemari di ruang tengah sudah dalam keadaan berantakan.

Menariknya, ibu korban tidak langsung menyadari bahwa rumahnya telah disatroni maling.
Ia sempat merekam kondisi rumah yang berantakan tersebut dan menjadikannya status WhatsApp (WA), mengira bahwa kekacauan tersebut dibuat oleh Mahatir atau istrinya yang terburu-buru mencari pakaian.
Namun, menyadari ada hal yang janggal, ibu korban segera memeriksa kamar tidur. Kecurigaannya terbukti saat melihat barang-barang di dalam tas sudah raib.
Pihak keluarga korban kemudian langsung dihubungi dan segera pulang ke rumah. Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, kamar Mahatir dan istrinya ternyata juga diacak-acak oleh pelaku.
Akibat insiden ini, korban kehilangan sejumlah barang berharga yang disimpan di tempat terpisah, di antaranya dua gelang emas, satu cincin emas, dan uang tunai Rp 1.700.000 juta.
Anehnya, pelaku sama sekali tidak menyentuh barang-barang elektronik yang ada di rumah tersebut.
Padahal, saat itu terdapat 3 unit laptop, 4 unit handphone, 1 tablet Samsung, hingga proyektor yang letaknya berserakan dan sangat mudah terlihat di meja kerja serta dekat mesin jahit.
Mahatir menduga bahwa pelaku merupakan orang yang sudah menghafal ritme dan kegiatan sehari-hari keluarganya.
Pelaku disinyalir tahu kapan rumah dalam kondisi lengang dan kapan ibu korban berada di area belakang rumah.
“Gelang ibu saya itu biasanya selalu dipakai. Kebetulan saja sudah dua hari ini dilepas dan disimpan di tas karena sedang ada pengerjaan pagar rumah, takut rusak atau bengkok. Tampaknya pelaku sudah mengincar dan tahu kalau gelang itu sedang tidak dipakai,” tambah Mahatir.
Pihak korban telah resmi melaporkan kejadian ini ke Polsek Glenmore. Saat ini, korban bersama pihak kepolisian sedang mengupayakan penyelidikan lebih lanjut, termasuk berencana memeriksa rekaman CCTV milik tetangga di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi adanya pergerakan orang yang mencurigakan pada jam tersebut.
Tim liputan p1news.





















