Turnamen sepak bola antar-kampung(tarkam)
di babak 8 besar perebutan Piala Ketua PSSI Banyuwangi yang di gelar diLapangan Maron, kecamatan genteng, Banyuwangi, berlangsung seru. Pada rabu sore 21/05/2026.
Dalam pertandingan antara persegam fc vs PMJ fc tersebut sebetulnya berjalan sangat menarik selama 2 x35 menit. Penonton disuguhi permainan apik yang berakhir imbang 0-0.
Sesui dengan peraturan turnament pertandingan,laga tersebut di lanjutkan dengan adu pinalti, Namun, tensi tinggi justru memuncak saat memasuki babak adu penalti hingga memicu kesalahpahaman antarsuporter pascapertandingan.
Merespons insiden tersebut, Ketua PSSI Banyuwangi bergerak cepat meminta laporan pertanggungjawaban dari panitia pelaksana (panpel) demi memastikan masalah diselesaikan secara adil. Hasilnya, tim PMJ dinyatakan kalah Walk Out (WO).

”Malam-malam panitia memberikan laporan kepada saya. PMJ itu dianggap WO karena ketika rapat panitia, pihak official sudah meninggalkan tempat, Keputusan ini diambil sesuai aturan dan setelah panitia berkoordinasi dengan Asprov (Asosiasi Provinsi). Jadi ini keputusan bersama, bukan semata-mata keputusan sepihak,” ujar Ketua PSSI Banyuwangi Michael edy Hariyanto saat ditemui setelah memantau laga PSG fc vs Laskar Muda fc.
Terkait aksi suporter yang merangsek masuk ke lapangan, ia menjelaskan adanya faktor provokasi di area penonton. Berdasarkan rekaman video dan keterangan panitia, massa dari salah satu tim bergerak maju karena merasa tertantang oleh reaksi suporter lawan.
”Sebetulnya dalam tradisi tarkam, kebiasaan suporter melingkari lapangan setelah laga itu hal biasa. Kalau di liga resmi memang tidak boleh, tapi kita harus melihat kondisi lapangan kita di Banyuwangi ini belum ada yang standar PSSI, kecuali stadion utama,” jelasnya.
Keterbatasan fasilitas olahraga di tingkat kecamatan ini dinilai menjadi akar masalah sulitnya mengendalikan massa. Di satu sisi, animo masyarakat Banyuwangi terhadap sepak bola sangat luar biasa tinggi.
”Ini repotnya. Masyarakat dan teman-teman ingin tarkam ini tetap digelar untuk menggeliatkan sepak bola di kecamatan. Tapi kita terbentur masalah ini (infrastruktur). Mudah-mudahan Bupati juga mendengarkan, kita harus mempunyai lapangan-lapangan yang layak dan standar di setiap kecamatan,” tuturnya.
Menurutnya, sepak bola adalah olahraga yang dicintai semua lapisan masyarakat di desa. Jika Banyuwangi memiliki beberapa lapangan kecamatan yang representatif, hal itu akan sangat membantu panitia dalam mengelola keamanan pertandingan.
Meski sempat terjadi gesekan, situasi di Lapangan Maron berhasil diredam dengan cepat. Michael edy Hariyanto selalu ketua PSSI Banyuwangi pun mengapresiasi kepada aparat kepolisian yang sigap menghalau massa sehingga bentrokan fisik dapat dihindari.
”Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolresta dan jajaran kepolisian. Walaupun dengan personel yang terbatas, mereka bisa mengamankan situasi dengan sangat baik sehingga tidak terjadi bentrok. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih aman lagi,” tegasnya.
Selain itu, Menatap babak krusial mulai dari 32 besar, 16 besar, hingga 8 besar ini, panitia turnament piala ketua PSSI Banyuwangi memberikan garansi penuh terkait keselamatan pemain sekaligus menyuarakan komitmen anti suap.
”Pesan saya kepada para pemilik klub, marilah kalau kita memang cinta bola, kita lanjutkan turnamen ini. Panitia menjamin keselamatan semua pemain dan official selama pertandingan. Mari kita nikmati tontonan yang apik ini,” imbaunya.
Ketua PSSI Banyuwangi Michael edy Hariyanto juga menegaskan telah menginstruksikan seluruh perangkat pertandingan untuk bekerja secara jujur dan profesional tanpa ada intervensi hasil akhir.
”Saya perintahkan, perangkat pertandingan tidak boleh ada masalah. Kalau karakter wasit berbeda-beda, ada yang cepat atau tanggap, itu hal wajar. Tapi saya tegaskan, tidak ada rekayasa untuk mengatur skor atau sengaja memenangkan tim tertentu. Kita main fair agar seluruh Indonesia tahu sepak bola Banyuwangi itu bersih,” katanya.
”Sekali lagi, saya michael dy Hariyanto selaku ketua pssi banyuwangi memohon maaf atas kejadian kemarin. Mari kita bersama-sama membangun sepak bola Banyuwangi yang lebih baik,” pungkasnya.
Tim liputan p1news.






















