Truk trailer muatan trafo raksasa berbobot 150 ton melintas di jembatan sempit penghubung Secang – Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Saat truk muatan trafo raksasa itu melintasi jembatan, memicu kecemasan warga yang khawatir struktur jembatan tak kuat menahan beban.
Puluhan warga yang ada di lokasi kejadian langsung merekam truk muatan berat tersebut pada Senin 20 April 2026.
Trafo berukuran jumbo itu merupakan bagian dari enam unit Interbus Transformer (IBT) yang akan dipasang di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Kalipuro.
Material vital tersebut diangkut bertahap dari Pelabuhan PT ASDP Ketapang menuju lokasi proyek di Lingkungan Secang.
Proses distribusi menjadi sorotan karena kendaraan pengangkut harus melewati jembatan kecil yang hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat.
Kondisi ini membuat setiap pergerakan truk dilakukan dengan sangat hati-hati.
Sejak malam hingga pagi hari, petugas tampak berjibaku mengatur lalu lintas dan memastikan proses penyeberangan berjalan aman.
Truk melaju sangat pelan untuk menghindari risiko tersangkut kabel listrik maupun tekanan berlebih pada struktur jembatan.
Kekhawatiran warga tersebut bukan tanpa alasan, saat melihat truk muatan berat melintasi jembatan dan jalan kecil.
Dengan bobot trafo mencapai 150 ton, ditambah berat kendaraan pengangkut, total beban yang melintas diperkirakan melebihi 200 ton. Bahkan getarannya pun sempat dirasakan warga saat truk melintasi jalan.
Diketahui jika trafo IBT ini memiliki peran krusial dalam operasional GITET Kalipuro, yakni sebagai penghubung sistem tegangan tinggi 500 kV ke jaringan 150 kV.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa kedatangan enam unit trafo ini merupakan tonggak penting dalam pembangunan sistem kelistrikan di Banyuwangi.
“Kehadiran peralatan ini sangat krusial bagi GITET Kalipuro karena menjadi jantung distribusi daya dari sistem 500 kV ke 150 kV. Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar keselamatan,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa mobilisasi material berukuran besar ini berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas.
Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan stakeholder terkait untuk pengawalan dan pengaturan arus kendaraan.
“Kami memohon maaf jika masyarakat maupun pengendara terganggu atas adanya aktivitas ini,” pungkasnya.
Tim liputan p1news.






















