Terpilihnya Dio Arli Rahadi sebagai calon tunggal dalam bursa kepemimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banyuwangi mendapat respons positif.
Dukungan atau respon positif tersebut salah satunya datang dari senior HIPMI kabupaten Banyuwangi, yakni H.Rindar Suhardiansyah.
H.Rindar menilai Dio merupakan figur yang sangat tepat untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari ketua sebelumnya.
Latar belakang Dio yang pernah menjabat sebagai bendahara pengurus,dinilai menjadi modal kuat.
”Kalau menurut saya tidak ada masalah, baik itu calon tunggal atau tidak. Yang penting dan sudah jelas Mas Dio merupakan sosok yang layak untuk melanjutkan kepemimpinan sebelumnya” ujar Rindar saat dihubungi melalui sambungan telfon.
selain itu Menurut H.Rindar proses transisi kepemimpinan kali ini akan berjalan lancar. Hal itu didukung oleh rekam jejak Dio yang sudah lama aktif di lingkaran inti kepengurusan HIPMI Banyuwangi.
”Kenapa kok cocok? Karena basic-nya dia kan di bendahara (pengurus) sebelumnya. Jadi sepertinya estafet ini akan berjalan lancar,” tambahnya.
Meski demikian, Rindar menekankan bahwa tantangan pengusaha ke depan tidaklah mudah. Pengurus baru di bawah komando Dio nantinya harus mampu merumuskan program kerja yang adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi.
”Yang perlu ditajamkan adalah program-program ke depan, karena kondisi ekonomi hari ini banyak anomali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rindar berharap HIPMI Banyuwangi di bawah kepemimpinan Dio nantinya tidak sekadar menjadi wadah jaringan bisnis atau ruang seremonial. Ia mendorong organisasi ini menjadi tempat pembentukan cara berpikir pengusaha berbasis neuroscience.
Artinya, HIPMI perlu membantu anggotanya memahami bagaimana otak bekerja dalam mengambil keputusan, mengelola risiko, membangun mental tahan tekanan, hingga menciptakan inovasi.
Senior dan sekaligus salah satu dewan pembina HIPMI kabupaten Banyuwangi Rindar suhardiansyah pun merinci 5 poin penting yang harus diadopsi HIPMI Banyuwangi ke depan, diantaranya.
Membangun Growth Mindset: Menanamkan pola pikir bahwa pengusaha hebat lahir dari mental yang terus dilatih (adaptif, kreatif, tahan gagal), bukan sekadar modal besar.
Pelatihan Decision Making: Melatih pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan terukur berdasarkan data untuk meredam bias, ego, atau ketakutan dalam bisnis.
Ekosistem Belajar dan Inovasi: Menjadikan HIPMI sebagai ruang eksperimen bisnis, kolaborasi, dan diskusi guna merangsang kreativitas anggota.
Fokus pada Mental Resilience: Melatih daya tahan pengusaha muda dalam menghadapi tekanan pasar, utang, maupun masalah cashflow melalui lingkungan yang tepat.
Mentorship Berbasis Perilaku: Melibatkan para senior atau mantan ketua umum (mantum) sebagai mentor aktif layaknya ‘personal trainer’ untuk membimbing kedisiplinan dan cara membaca peluang.
Tim liputan p1news.






















