Warga Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas pada Sabtu pagi 13 Juni 2026.
Korban yang diduga kuat merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut ditemukan meninggal dunia di depan salah satu warung kosong.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Suryadi (57), seorang petani setempat, sekitar pukul 06:30 WIB.
“Saat melintas di lokasi kejadian, ia melihat korban dalam posisi terbaring,” kata Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono.
Mengira korban hanya sedang tertidur, Suryadi kemudian mencoba mengecek kondisinya.
Namun, setelah diperiksa, pria tersebut ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Suryadi langsung melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar dan Gimantoro (53) selaku Kepala Dusun setempat.
Informasi ini kemudian diteruskan ke pihak Polsek Purwoharjo untuk penanganan lebih lanjut. Sekitar pukul 08:00 WIB, anggota SPKT Polsek Purwoharjo tiba di lokasi setelah menerima laporan resmi.

Ciri-ciri fisik korban berjenis kelamin laki-laki, dengan usai diperkirakan antara 40 hingga 50 tahun, tinggi badan sekitar 165 Cm, serta mengenakan baju hitam dan sarung bermotif cokelat.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban memang merupakan seorang ODGJ yang sering terlihat berlalu-lalang di wilayah Desa Glagahagung selama kurang lebih 15 hari terakhir.
Rutinitasnya sehari-hari adalah keliling membawa tas kecil berwarna biru yang berisi topi dan makanan ringan.
“Korban juga dikenal sering menumpang tidur di depan warung kosong dan kerap diberikan makanan oleh warga yang iba,” katanya pada Senin 15 Juni 2026.
Mendapat laporan warga, Kapolsek Purwoharjo IPTU Agus Suhartono, memimpin langsung jalannya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pihak kepolisian juga melibatkan tim medis dari Puskesmas Grajagan untuk melakukan visum luar.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis PKM Grajagan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun bekas luka pada tubuh korban,” ujar Kapolsek Purwoharjo, Iptu Agus Suhartono.
Petugas kepolisian dibantu petugas medis dan masyarakat sekitar kemudian mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke RSUD Blambangan guna keperluan visum dalam (otopsi) serta penanganan lebih lanjut.
“Seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.
Tim liputan p1news.






















