Tensinya laga kedua babak semifinal sepakbola Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026 yang mempertemukan PMJ Glenmore melawan Argent FC Genteng mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.
Pertandingan sengit yang berlangsung pada Jumat sore, 29 Mei 2026, di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi tersebut dikawal ketat oleh aparat gabungan demi menjaga kondusivitas.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi.
Tidak hanya personel berseragam, pengamanan kali ini juga melibatkan unit satwa anjing pelacak (K9) untuk menyisir dan memastikan area pertandingan benar-benar steril.
Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan prosedur pengamanan berlapis bagi seluruh penonton yang hendak masuk ke area Lapangan Maron.
Setiap suporter dan penonton yang hadir wajib melewati pos pemeriksaan barang bawaan secara menyeluruh.
“Kami melakukan pengamanan ketat terhadap seluruh penonton yang masuk ke dalam lapangan. Anggota di lapangan memeriksa dengan teliti barang bawaan para penonton sebelum mereka diizinkan memasuki area tribun atau pinggir lapangan,” ujar Kompol Edy Priswanto.
Polisi menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi penonton yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya.
Adapun target utama dalam razia di pintu masuk tersebut meliputi senjata tajam (sajam) dan benda berbahaya lainnya.
Selain itu juga minuman keras (miras) yang berpotensi memicu keributan, narkoba serta obat-obatan terlarang lainnya.
Langkah preventif yang super ketat ini diambil mengingat tingginya antusiasme masyarakat dan suporter kedua tim dalam memperebutkan tiket menuju babak final Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026.
Hingga laga usai, jalannya pertandingan antara PMJ Glenmore dan Argent FC Genteng berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
“Kami pastikan tidak ada kerusuhan di lapangan dan semua aman terkendali,” pungkasnya.
Tim liputan p1news.






















